Pasar Saham Asia: Perdagangan Beragam karena S&P 500 Kehilangan Traksinya Jelang Kebijakan The Fed

  • Ekuitas Asia telah menunjukkan kinerja yang beragam karena para investor berubah menjadi berhati-hati menjelang kebijakan The Fed.
  • Kinerja suram dari berbagai katalis ekonomi AS telah memicu kekhawatiran terhadap resesi.
  • Harga minyak telah naik karena Rusia memotong pasokan gas ke Eropa.

Pasar di ranah Asia diperdagangkan beragam karena S&P500 telah berubah negatif dalam semalam di sesi New York. Sepertinya kecemasan pra-Federal Reserve (The Fed) telah muncul dan aset-aset yang sensitif terhadap risiko berperilaku tidak semestinya. Para pelaku pasar diperkirakan akan tetap cemas karena The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin menjadi 2,25-2,50%.

Pada saat berita ini ditulis, Nikkei225 Jepang tetap datar, Shanghai Composite naik 0,81%, Hong Kong melonjak 1,46% sementara Nifty50 turun sebesar 0,58%.

Para investor berubah menjadi berhati-hati menjelang acara suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada hari Rabu. Sebelumnya, para pelaku pasar bertaruh atas pengumuman kenaikan suku bunga sebesar 100 basis poin (bp) karena tingkat inflasi naik ke 9,1%. Sekarang, kebangkitan kembali kekhawatiran terhadap resesi setelah data IMP yang lemah, konsensus yang lebih rendah untuk Pesanan Barang Tahan Lama, dan Klaim Tunjangan Pengangguran Awal yang tinggi selama tujuh bulan telah menguapkan opsi kenaikan suku bunga 1%. Dan, The Fed akan mendayung suku bunganya sebesar 75 bp.

Sementara itu, rilis risalah rapat Bank of Japan (BOJ) yang dovish telah gagal mendukung ekuitas Jepang. BOJ berkomitmen pada kebijakan moneter ultra-longgar mengingat ekonominya yang rapuh setelah periode pandemi.

Di sisi minyak, harga minyak telah melanjutkan pemulihannya di atas $97,00 karena kekhawatiran terhadap pasokan telah meningkat setelah Rusia memotong pasokan gas ke Eropa melalui pipa utama. Tidak diragukan lagi, negara-negara Eropa telah mengalihkan permintaan energi mereka ke pemasok lain tetapi masih memenuhi sebagian besar permintaan energi mereka dari Rusia.

 

 

Analisis Harga USD/TRY: Wedge Naik, Divergensi RSI Menggoda Penjual di Bawah 18,00

USD/TRY pulih dari level terendah di perdagangan harian karena mengambil tawaran beli ke 17,83 selama Selasa pagi di Eropa. Dengan demikian, pasangan
Đọc thêm Previous

Produksi Industri (Thn/Thn) Singapura Juni Di Bawah Harapan (5.7%) : Aktual (2.2%)

Produksi Industri (Thn/Thn) Singapura Juni Di Bawah Harapan (5.7%) : Aktual (2.2%)
Đọc thêm Next