Filipina: Inflasi Naik Lebih Jauh di Mei – UOB

Ekonom Senior Julia Goh dan Ekonom Loke Siew Ting di UOB Group mengulas angka inflasi terbaru di Filipina.

Kutipan Utama

“Inflasi utama naik untuk bulan ketiga berturut-turut ke 5,4% y/y di Mei (dari 4,9% di April), melampaui level 5,0% untuk pertama kalinya sejak Des 2018 dan menandai tingkat tertinggi sejak Nov 2018. Angka tersebut sesuai dengan estimasi kami dan konsensus Bloomberg. Kenaikan tersebut sekali lagi terutama didorong oleh biaya makanan dan transportasi yang lebih tinggi di tengah peso (PHP) yang terus melemah.”

“Ke depan, inflasi siap untuk tetap di atas 5,0% untuk sisa tahun ini dan memasuki kuartal pertama 2023 saat ekonomi domestik terus dibuka kembali, guncangan pasokan eksternal persisten, dan upah minimum yang lebih tinggi semakin mengintensifkan efek babak kedua pada inflasi. Itu akan menyebabkan tingkat inflasi lebih tinggi 5,0% untuk sepanjang tahun 2022 (dibandingkan dengan prakiraan kami sebelumnya 4,5%, est BSP: 4,6%, 2021: 3,9%) dan 4,0% untuk tahun 2023 (dibandingkan proyeksi kami sebelumny 3,5 %, est BSP: 3,9%).”

“Kenaikan inflasi kuat terbaru di bulan Mei dan meningkatnya ekspektasi inflasi akan memvalidasi kenaikan kedua 25bps dalam reverse repurchase rate (RRP) overnight oleh Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) pada pertemuan kebijakan moneter mendatang pada 23 Juni. Perbaikan berkelanjutan dalam aktivitas ekonomi domestik, perkiraan kenaikan Fed Funds rate AS sebesar 50bps pada bulan Juni dan Juli, dan jalur normalisasi kebijakan bank-bank sentral lainnya yang lebih cepat juga memperkuat kasus kenaikan suku bunga BSP berturut-turut dan bergerak hampir sejajar dengan suku bunga AS. Oleh karena itu, kami merevisi seruan kenaikan suku bunga BSP kami menjadi 25bps di setiap sisa pertemuan tahun ini (dibandingkan +25bps masing-masing di kuartal ketiga 2022 dan kuartal keempat 2022 sebelumnya), sehingga RRP rate menjadi 3,50% pada akhir 2022.”

Prediksi Harga Bitcoin: BTC Targetkan $34.000

Harga Bitcoin (BTC) akan melonjak setidaknya 13% karena dorongan di pasar global. Meskipun latar belakang masih tercemar oleh pengetatan bank sentral
Baca selengkapnya Previous

Indeks Harga Konsumen (Inflasi) (Bln/Bln) Cili Mei Dicatat Di 1.2% Mengungguli Harapan 1.05%

Indeks Harga Konsumen (Inflasi) (Bln/Bln) Cili Mei Dicatat Di 1.2% Mengungguli Harapan 1.05%
Baca selengkapnya Next