Tembaga Melayang di Sekitar Terendah Lima Bulan karena Kekhawatiran Inflasi, Pertumbuhan Tiongkok Memudar
- Harga tembaga pulih dari level terendah lima bulan di LME, dan tetap sedikit dalam tawaran jual di Shanghai.
- PM Tiongkok Liu He menegaskan kembali kebijakan "nol covid", pidato The Fed ternyata beragam di tengah ekspektasi inflasi AS yang lebih lemah.
- Beberapa katalis risiko dapat menghibur para pedagang menjelang data inflasi Tiongkok/AS pada hari Rabu.
Harga tembaga tetap datar setelah menyaksikan penjualan berat pada hari Senin, karena sentimen pasar membaik pada Selasa pagi di Eropa. Beberapa kjatalis yang mendasarinya dapat dikaitkan dengan tidak adanya perkembangan negatif yang utama dari makro, baik mengenai Tiongkok maupun Rusia, serta optimisme hati-hati pasar menjelang data inflasi utama hari Rabu dari AS dan Tiongkok.
Dengan itu, kontrak tembaga bulan Juni paling aktif di Shanghai Futures Exchange turun 0,11% pada 71.400 yuan ($ 10.623,93) pada pukul 04:20 GMT. Perlu dicatat bahwa harga tembaga di London Metal Exchange (LME) pulih dari level tertinggi lima bulan, sejauh menyangkut kontrak tiga bulan. Dengan ini, tembaga LME naik sekitar 0,50% dengan harga terbaru ke $9.265.
Pada halaman yang berbeda, beberapa komentar dari Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He yang mengulangi kebijakan nol covid yang dinamis di negara itu dan menawarkan bantuan yang sangat dibutuhkan bagi para pedagang komoditas dan mata uang Antipodean.
Yang juga membantu pasar untuk meningkat adalah pullback imbal hasil obligasi pemerintah AS. Dengan itu, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS melanjutkan pullback awal minggu dari tertinggi 20-tahun, yang turun lima basis poin (bp) mendekati 3,0% baru-baru ini, di tengah kecemasan atas langkah The Fed berikutnya, karena The Fed Atlanta Robert Bostic mempromosikan serangkaian kenaikan suku bunga 50bp. Di sisi lain, Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin mempertahankan kemungkinan kenaikan suku bunga 75 bp. Dikatakan, ekspektasi inflasi AS, sesuai dengan tingkat inflasi impas 10 tahun menurut data St. Louis Federal Reserve (FRED), yang mengalami penurunan terbanyak dalam 10 bulan untuk menguji kembali level awal Maret pada hari Senin.
Selanjutnya, para pedagang tembaga mungkin tetap absen di sekitar level terendah multi-hari di tengah kekhawatiran beragam menjelang inflasi utama dari Tiongkok dan AS, yang akan dipublikasikan pada hari Rabu. Jika angka-angka tersbeut menunjukkan perlunya pengetatan kebijakan, harga tembaga dapat memperbarui penurunan.