Pasar Saham Asia: Penurunan Saham Teknologi Tiongkok, Uji Coba Rudal Korea Utara Menguji Pembeli
- Saham Asia diperdagangkan beragam karena saham teknologi di Tiongkok turun di tengah kekhawatiran penghapusan pencatatan.
- Uji coba rudal Korea Utara juga menantang optimisme pasar yang mengambil petunjuk dari pembaruan AstraZeneca dan harapan stimulus.
- PDB AS dan komentar gubernur bank sentral akan menjadi kuncinya.
Ekuitas Asia gagal naik mengikuti S&P 500 Futures karena berita utama tentang saham teknologi Beijing dan Korea Utara membebani sentimen menjelang sesi Eropa hari ini. Berita ramah pasar dari AstraZeneca dan harapan akan stimulus AS lebih lanjut gagal untuk menyenangkan investor dari wilayah tersebut.
Sementara menggambarkan sentimen, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,15% sedangkan Nikkei 225 Jepang naik 0,75% pada saat ini. Selanjutnya, ASX 200 Australia dan NZX 50 Selandia Baru naik turun di tengah petunjuk beragam dari Tiongkok dan kurangnya katalis utama di dalam negeri.
Pasar di Tiongkok , Hong Kong, Indonesia dan India dalam penawaran jual ringan seiring dengan AS menargetkan pengetatan persyaratan untuk perusahaan asing bertahan di bursa Amerika. Hal yang sama dapat menggulingkan beberapa raksasa teknologi dari Beijing dan dapat meningkatkan perselisihan Tiongkok-Amerika.
Perlu disebutkan bahwa negara naga itu baru-baru ini mengalami aksi jual ekuitas dan hal yang sama bisa menjadi alasan di balik rumor terbaru yang menyarankan dana negara Tiongkok membeli langsung dari pasar untuk membantu perusahaan domestik.
Di tempat lain, KOSPI Korea Selatan mengabaikan berita yang mengklaim dua rudal ditembakkan oleh tetangganya, yakni Korea Utara. Meskipun, kehati-hatian Asia-Pasifik membatasi kenaikan indeks.
S&P 500 Futures menghentikan penurunan dua hari berturut-turut karena AstraZeneca mengungkapkan keefektifan 76% atas varian COVID dan mengabaikan tuduhan tentang efek samping. Yang juga positif untuk sentimen pasar adalah perpanjangan Program Perlindungan Gaji (PPP) setelah berakhirnya 31 Maret serta mengisyaratkan lebih dari $ 3,0 triliun rencana pengeluaran infrastruktur.
Namun, perlu dicatat bahwa imbal hasil Treasury AS 10-tahun memantul dari level terendah satu pekan naik untuk pertama kalinya dalam empat hari, sekitar 1,63% pada saat ini.
Selanjutnya, gubernur bank sentral utama dari Inggris, AS, dan Eropa siap berpidato dan dapat menggerakkan pasar. Yang juga penting adalah angka PDB AS Kuartal 4.
Baca: Pratinjau Sekelompok Data AS Februari: Penghasilan Pribadi, Pengeluaran, Harga Inti PCE dan PDB