Saham Asia Naik Mengikuti S&P 500 Futures Bahkan Ketika IMP Tiongkok Mengecewakan

  • Ekuitas di Asia-Pasifik mendukung harapan stimulus lebih lanjut, pemulihan lebih cepat dari pandemi.
  • IMP Tiongkok turun ke level terendah sembilan bulan, RBA mengumumkan lelang obligasi kejutan lainnya.
  • Penurunan obligasi berhenti sejenak, komoditas mereda dan Dolar AS mundur.

Saham Asia menguat karena pasar beralih optimis pada kemampuan mengatasi pandemi virus Corona (COVID-19). Persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) atas vaksin sekali pakai Johnson dan Johnson dan baru-baru ini ekspektasi yang kuat akan dorongan fiskal yang kuat dari Inggris dan AS lebih menyukai risiko akhir-akhir ini.

Sementara optimisme menghentikan penurunan obligasi Treasury AS sekitar 1,4%, indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,75% pada pagi hari ini. Selanjutnya, Nikkei 225 Jepang naik lebih dari 2,0% dengan IMP Manufaktur Bank Jibun yang optimis sedangkan ASX 200 Australia mendukung pembelian obligasi tambahan RBA untuk menandai kenaikan lebih dari 1,5%. Pada baris yang sama, NZX 50 Selandia Baru mencetak kenaikan lebih dari 1,0% meskipun penutupan baru tujuh hari di Auckland.

Perlu disebutkan bahwa saham di Tiongkok dan Hong Kong mengabaikan IMP terendah sembilan bulan dari negara naga tersebut, sedangkan saham dari Indonesia mengikuti sentimen yang umumnya optimis menjelang data inflasi di dalam negeri.

Selanjutnya, BSE Sensex India naik sekitar 1,25% sehari sementara S&P 500 Futures mencetak kenaikan 1,0% dan memantul dari level terendah bulanan.

Di tempat lain, Indeks Dolar AS (DXY) turun dari puncak tujuh hari sementara emas berada di sekitar $ 1.740 setelah penurunan tajam pada hari Jumat.

Mengingat angka aktivitas awal bulan dari AS, Inggris, dan Zona Euro akan segera terjadi, investor akan memiliki hari yang sibuk. Namun, fokus utama harus diberikan pada berita paket bantuan COVID serta pembaruan tentang pengembangan vaksin. Dalam melakukan, pergerakan Treasury harus diperhatikan dengan cermat.

Baca juga: Imbal Hasil Treasury AS 10-tahun, Kontrak Berjangka S&P 500 Gambarkan Sentimen Risk On

Inflasi Inti (Thn/Thn) Indonesia Februari Dicatat Di 1.5%, Di Bawah Harapan 1.52%

Inflasi Inti (Thn/Thn) Indonesia Februari Dicatat Di 1.5%, Di Bawah Harapan 1.52%
अधिक पढ़ें Previous

Berita Harga USD/IDR: Rupiah Indonesia Tergantung Di Sekitar Posisi Terendah Empat Bulan Di 14.305 Karena IHK Beragam

Laju inflasi tahunan Indonesia menurun di bulan Februari, seperti data terbaru yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini. Laju
अधिक पढ़ें Next