GBP/JPY: Penjual Mendominasi Di Tengah Pesimisme Brexit, Data Campuran Dari Jepang

  • GBP/JPY mempertahankan penembusan downside dari SMA 21-hari.
  • Pesimisme politik/Brexit di Inggris bergabung dengan berita utama risiko global.
  • Penjualan Ritel Jepang melampaui perkiraan optimis tetapi Produksi Industri menurun pada bulan Agustus.

Dengan tajuk utama Inggris mengikuti pesimisme politik global, ditambah dengan data beragam dari Jepang, pasangan GBP/JPY bertahan pada kelemahannya di bawah SMA 21-hari sementara menurun ke 132,70 selama sesi Asia hari Senin.

Pesimisme politik/Brexit di Inggris Raya baru-baru ini mendapat dorongan tambahan ketika Perdana Menteri (PM) Boris Johnson memberi sinyal kesiapan untuk menghindari hukum yang memaksanya untuk menunda Brexit. Namun, UK Telegraph mengindikasikan bahwa partai oposisi yang didukung Partai Buruh tetap bersekutu sedang dalam proses pembentukan komplotan politik yang akan mendorong pemimpin Tory untuk mematuhi aturan. Menambah beban pada pengamat politik adalah laporan berita The Guardian yang menyatakan bahwa kasus yang melibatkan kemungkinan konflik kepentingan ketika PM Johnson yang sebelumnya menjabat sebagai walikota London diserahkan kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Di sisi lain, data penjualan ritel dan produksi industri Jepang bulan Agustus menunjukkan sinyal beragam. Penjualan ritel tumbuh lebih dari 0,0% dan 0,9% berdasarkan MoM dan YoY masing-masing menjadi 4,8% dan 2,0%. Namun, produksi industri turun di bawah -1,8% dan -0,5% ke -4,7% dan -1,2% dalam urutan yang sama pada basis tahunan dan bulanan. Lebih jauh, ringkasan opini Bank of Japan (BOJ) bulan September menyarankan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan mendukung pandangan bahwa BOJ harus mempertahankan pelonggaran moneter yang kuat saat ini.

Selain katalis Inggris/Jepang, tajuk utama mengenai hubungan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China, ditambah dengan pergolakan geopolitik antara AS dan Timur Tengah, juga telah mempengaruhi GBP/JPY.

Tanggapan terbaru diplomat China Wang Yi terhadap spekulasi bahwa AS sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengekang aliran portofolio ke China menandakan bahwa negara naga lebih khawatir tentang perang dagangnya daripada sebaliknya. Di tempat lain, wawancara Pangeran Mahkota Mohammad bin Salman dari Arab Saudi baru-baru ini dengan TV AS menunjukkan bahwa penguasa Timur Tengah semuanya mendukung AS tetapi ingin menghindari perang dengan Iran.

Dengan ini, sentimen risiko global tampaknya telah membaik dengan imbal hasil treasury 10-tahun AS pulih menjadi 1,682% pada saat penulsian.

Investor sekarang akan berkonsentrasi pada Produk Domestik Bruto Inggris (PDB) dan berita utama perdagangan/politik untuk dorongan segar.

Analisis Teknis

Perdagangan berkelanjutan di bawah 21-hari simple moving average (SMA) menandakan peluang cerah penurunan bertahap pasangan ke area 130,80/70, termasuk tertinggi 22 Agustus dan terendah 9 September. Namun, penembusan sisi atas level SMA 21-hari di 133,05 dapat menantang rendah 18 Juli di dekat 133,85 sebelum menargetkan SMA 100-hari, sekarang di 134,15.

Ringkasan Rapat BoJ September: BoJ Harus Mempertahankan Pelonggaran Moneter Yang Kuat Saat Ini

Ringkasan rapat bank Jepang September ini sesuai dengan BoJ yang mengatakan pihaknya harus mempertahankan pelonggaran moneter yang kuat saat ini, mome
Leia mais Previous

NZD/USD Perpanjang Penurunan karena Keyakinan Bisnis ANZ Capai Level Terendah Sejak April 2008

NZD/USD yang sudah lemah memperpanjang penurunannya setelah Keyakinan Bisnis Bank Selandia Baru Australia (ANZ) turun 2 poin menjadi -54%, level teren
Leia mais Next