PMI Manufaktur S&P Global Indonesia September 2025 Turun Menjadi 50,4 dari 51,5
Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur S&P Global Indonesia untuk bulan September 2025 turun menjadi 50,4 dari 51,5 pada bulan Agustus. Angka ini juga lebih rendah dari prakiraan 52. Meskipun demikian, PMI tetap berada di wilayah ekspansi karena berada di atas level 50 yang memisahkan antara ekspansi dan kontraksi.
Usamah Bhatti, Ekonom di S&P Global Maret Intelligence, mengomentari hasil temuan mengatakan bahwa, "Perekonomian manufaktur Indonesia membaik dengan laju marjinal selama bulan September, didorong oleh peningkatan berkelanjutan dalam arus masuk pesanan baru. Meskipun demikian, terjadi penurunan volume produksi kembali karena perusahaan-perusahaan mencatat daya beli klien lebih lemah. Meskipun terjadi penurunan output, perusahaan-perusahaan berupaya membangun inventaris dan tingkat pembelian sebagai respons terhadap kondisi permintaan yang membaik. Terdapat juga laporan bahwa produsen-produsen berupaya melindungi diri dari kenaikan harga bahan baku lebih lanjut, karena beban biaya meningkat paling tinggi dalam tujuh bulan."
Reaksi Pasar
USD/IDR berada di 16.687 yang tidak menunjukkan reaksi terhadap data. Sementara IHSG masih ditutup sehingga tidak ada yang bisa dilaporkan untuk saat ini.
Indikator Ekonomi
PMI Manufaktur S&P Global
Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur. PMI manufaktur merupakan indikator penting dari kondisi bisnis dan kondisi perekonomian secara keseluruhan di Indonesia. Hasil di atas 50 merupakan sinyal bullish bagi Rupiah, sedangkan hasil di bawah 50 dianggap bearish.
Baca lebih lanjutRilis terakhir: Rab Okt 01, 2025 00.30
Frekuensi: Bulanan
Aktual: -
Konsensus: -
Sebelumnya: 51.5
Sumber: S&P Global