WTI Bergerak di Atas $66,00 karena Prospek Sanksi Potensial AS terhadap Rusia

  • Harga WTI menguat akibat premi risiko geopolitik yang meningkat, didorong oleh kekhawatiran pasokan.
  • Trump memberikan sinyal akan pengumuman yang akan datang mengenai Rusia, memicu spekulasi tentang kemungkinan sanksi baru terhadap eksportir minyak utama.
  • Tanda-tanda perbaikan permintaan muncul seiring dengan ekspektasi Arab Saudi akan mengirim sekitar 51 juta barel minyak ke Tiongkok.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) mengoreksi lebih dari 2% kerugian yang tercatat pada sesi sebelumnya, diperdagangkan di sekitar $66,10 per barel selama jam perdagangan sesi Asia pada hari Jumat. Harga minyak mentah mendapatkan dukungan dari meningkatnya premi risiko geopolitik, yang dipicu oleh kekhawatiran pasokan yang potensial.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan segera membuat pengumuman terkait Rusia, yang memicu spekulasi tentang kemungkinan sanksi baru terhadap eksportir minyak utama. Trump telah menyatakan frustrasi terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin terkait upaya perdamaian yang terhenti di Ukraina dan meningkatnya pemboman kota-kota Ukraina, menurut Reuters.

Selain itu, harga minyak mentah juga mendapatkan dukungan dari tanda-tanda perbaikan permintaan, yang didorong oleh ekspektasi Arab Saudi akan mengirim sekitar 51 juta barel minyak ke Tiongkok, tertinggi dalam lebih dari dua tahun pada bulan Agustus. Namun, OPEC menurunkan proyeksi permintaan minyak global untuk periode 2026-2029, mengutip perlambatan konsumsi di Tiongkok, menurut Prospek Minyak Dunia 2025 yang dirilis pada hari Kamis.

Namun, potensi kenaikan harga minyak dapat terbatas akibat kekhawatiran terhadap permintaan global, yang dipicu oleh tarif baru dari Presiden AS Donald Trump. Presiden Trump mengumumkan pada hari Kamis tarif sebesar 35% untuk barang-barang yang diimpor dari Kanada, berlaku mulai 1 Agustus, dan memberikan sinyal tarif umum 15–20% untuk sebagian besar mitra dagang lainnya. Ia menambahkan bahwa Uni Eropa (UE) juga akan menerima surat yang memberitahukan mereka tentang tarif baru "hari ini atau besok."

Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.

Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.

EUR/CAD Melambung Lebih Tinggi Mendekati 1,6000 Jelang Rilis Data Ketenagakerjaan Kanada

Pasangan mata uang EUR/CAD merayap lebih tinggi ke dekat 1,5995 selama perdagangan sesi Eropa awal pada hari Jumat. Dolar Kanada melemah terhadap Euro (EUR) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru
Baca selengkapnya Previous

Pound Sterling Turun Seiring PDB Inggris Turun Tak Terduga untuk Bulan Kedua Berturut-Turut

Pound Sterling (GBP) menghadapi tekanan jual terhadap mata uang lainnya pada hari Jumat setelah rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris dan data pabrik untuk bulan Mei yang lemah.
Baca selengkapnya Next