Rupiah Melawan Balik Dolar AS, Menguat di 16.313, Tunggu NFP AS
- Pasangan USD/IDR terus merosot, dengan Rupiah sekarang menguat di level 16.313.
- Melemahnya data-data makro ekonomi AS memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed di bulan September.
- NFP AS bulan Juni diprakirakan merosot ke 190.000, jauh di bawah 272.000 angka sebelumnya.
Rupiah (IDR) terus mempertahankan kekuatannya terhadap Dolar AS (USD) di sekitar level 16.313 sejauh ini, setelah berbalik dari level terlemahnya di 16.517 pada bulan lalu. Pasangan USD/IDR ditutup melemah di 16.332 pada perdagangan kemarin.
Bank Indonesia (BI) melaporkan dalam laman situsnya, bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2024 tercatat sebesar 140,2 miliar dolar AS, lebih tinggi dari angka akhir Mei 2024 sebesar 139,0 miliar dolar AS. Kenaikan tersebut didorong oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Ke depan BI meyakini cadangan devisa Indonesia akan tetap memadai.
Mata uang Paman Sam telah merosot selama tujuh hari berturut-turut akibat data-data makro ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan. Indeks Dolar AS (DXY) tengah diperdagangkan di 105 atau turun 1,05% dari tertinggi 27 Juni di 106,08.
Melemahnya data-data AS memperkuat spekulasi di pasar atas harapan pemangkasan suku bunga The Fed di bulan September, yang menekan Dolar AS semakin dalam, sehingga membantu Rupiah tetap stabil dan bertahan menguat. Perangkat CME FedWatch yang mengukur probabilitas pergerakan suku bunga The Fed, menunjukkan bahwa ada peluang sebesar 66,5% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 0,25 basis poin di bulan September tahun ini.
“Karena banyak indikator-indikator yang menunjukkan melemahnya pasar tenaga kerja AS, kami terus memprakirakan tiga penurunan suku bunga tahun ini dalam pandangan dasar kami, bukan hanya dua yang seperti diprakirakan oleh pasar,” ungkap Tim BNP Paribas dalam analisisnya baru-baru ini.
Malam ini fokus para pedagang akan tertuju pada data penting di Amerika Serikat yaitu Nonfarm Payrolls (NFP), yang biasanya data ini akan membuat pergerakan mata uang bergerak liar. NFP bulan Juni diharapkan akan turun ke 190.000 dari 272.000 yang tercatat pada bulan sebelumnya.