Pound Sterling Turun di Tengah Sentimen Hati-Hati di Pasar Setelah Pertumbuhan PDB Inggris Sesuai Ekspektasi

  • Pound Sterling melemah sementara data PDB dan pabrik bulanan Inggris secara umum sesuai ekspektasi.
  • Ekspektasi penurunan suku bunga BoE pada bulan Agustus menguat karena lemahnya data Ketenagakerjaan selama tiga bulan yang berakhir pada Januari.
  • Sentimen pasar berubah menjadi hati-hati karena harapan penurunan suku bunga The Fed pada bulan Juni mereda.

Pound Sterling (GBP) melemah di sesi Eropa hari ini. Pasangan GBP/USD tergelincir ke 1,2780 setelah Office for National Statistics (ONS) Inggris melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) bulanan dan data pabrik lainnya untuk bulan Januari secara umum sesuai dengan ekspektasi pasar.

Perekonomian Inggris tumbuh 0,2% pada bulan Januari setelah melaporkan resesi teknis pada semester kedua 2023. Ini mengindikasikan bahwa resesi tersebut dangkal dan prospek ekonomi membaik.

Sementara itu, pergerakan Pound Sterling selanjutnya akan dipandu oleh isyarat kapan Bank of England (BoE) akan mulai menurunkan suku bunga. Ekspektasi BoE akan menurunkan suku bunga mulai bulan Agustus meningkat karena menurunnya kondisi pasar tenaga kerja dan berkurangnya ekspektasi inflasi.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Pound Sterling Menghadapi Tekanan, Dolar AS Masih Sideways

  • Pound Sterling menghadapi tekanan setelah ONS melaporkan bahwa perekonomian Inggris tumbuh 0,2% pada bulan Januari, sejalan dengan ekspektasi pasar. Pada bulan Desember, perekonomian mengalami kontraksi 0,1%.
  • Produksi Manufaktur bulanan tetap stagnan di Januari, sesuai prakiraan, turun dari pertumbuhan 0,8% yang terlihat di bulan Desember. Pada basis tahunan, data ekonomi tumbuh 2,0%, juga sesuai dengan ekspektasi, namun melambat dibandingkan sebelumnya 2,3%.
  • Produksi Industri bulanan secara mengejutkan turun 0,2%, sementara para investor memproyeksikan kinerja yang stagnan. Data ekonomi naik 0,6% di bulan Desember. Data pabrik tahunan naik lebih lambat di 0,5% dibandingkan ekspektasi 0,7% dan sebelumnya 0,6%.
  • Pertumbuhan PDB bulanan menunjukkan bahwa prospek ekonomi membaik, yang dapat menjadi pendorong bagi Pound Sterling. Namun aktivitas pabrik terus menghadapi tekanan.
  • Sementara itu, ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Bank of England di bulan Agustus sedikit meningkat karena berkurangnya ekspektasi inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja yang melambat dalam tiga bulan yang berakhir di Januari. Bank Citi AS melaporkan bahwa ekspektasi inflasi konsumen selama 12 bulan turun ke 3,6% di bulan Februari dari 3,9% di bulan Januari.
  • Tingkat Pengangguran Inggris secara mengejutkan naik ke 3,9%, tingkat lapangan kerja menurun, dan Pendapatan Rata-Rata tidak termasuk bonus tumbuh pada laju paling lambat sejak Oktober 2022. Namun, pertumbuhan upah masih sekitar dua kali lipat dari yang diperlukan agar konsisten menurunkan inflasi ke target 2%.
  • Sementara itu, sentimen pasar tetap hati-hati karena data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat untuk bulan Februari telah meningkatkan ekspektasi terhadap Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada semester pertama 2024. Data inflasi AS yang panas mengindikasikan The Fed akan melanjutkan natasi hawkish.
  • Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang saingannya, konsolidasi dalam kisaran ketat sedikit di bawah 103,00.

Analisa Teknikal: Pound Sterling Melanjutkan Penurunan Beruntunnya

Pound Sterling melanjutkan penurunannya untuk sesi perdagangan ketiga pada hari Rabu. Pasangan GBP/USD tergelincir di bawah support penting 1,2800. Aset ini diprakirakan turun menuju Exponential Moving Average (EMA) 20-hari, yang berada di sekitar 1,2720. Support di level 1,2700 akan menjadi batas kuat bagi pembeli Pound Sterling.

Relative Strength Index (RSI) 14-periode turun ke 60,00 setelah berubah menjadi overbought. Penembusan tegas di bawah 60,00 akan mengindikasikan bahwa momentum bullish memudar.

Tidak Ada Urgensi Bagi RBI untuk Bertindak Sebelum Langkah The Fed Selanjutnya – Commerzbank

Para ekonom di Commerzbank menganalisis prospek ekonomi India setelah data inflasi dan pertumbuhan.
Baca selengkapnya Previous

EUR/USD Melanjutkan Pullback ke Pertengahan Minggu

EUR/USD melanjutkan penurunan stabilnya ke pertengahan minggu setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari prakiraan mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga lebih awal dari Federal Reserve (The Fed).
Baca selengkapnya Next