USD/IDR Diam di 15.584, Rupiah Diprakirakan Melemah di Bulan Ramadhan, Tunggu Data Indonesia dan AS Pekan Ini

  • USD/IDR tidak bergerak di sekitar 15.584, karena pasar di Indonesia libur selama dua hari.
  • Harga pasangan mata uang ini harus menembus Fibonacci Retracement 50% di level 15.612 dan support 15.584 untuk ke 15.540.
  • Pekan ini, para pedagang akan memantau data dari Indonesia dan AS untuk memberikan dorongan lebih lanjut.

Volume yang tipis hari ini karena perbankan di Indonesia tutup, membuat USD/IDR hari ini diam, dengan harga pembukaan di 15.584. Sejauh ini USD/IDR mencetak tertinggi di 15.600. Dan pada perdagangan hari Jumat lalu, Rupiah ditutup menguat di 15.600. Rupiah diharapkan akan mulai bergerak pada hari Rabu, setelah pasar dibuka kembali dan penumpukan pesanan dari perdagangan sebelumnya yang kemungkinan akan menyebabkan volatilitas.

Pasar di Indonesia hari ini tutup karena perbankan libur selama dua hari untuk memperingati hari Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 dilanjutkan dengan cuti bersama. Hari libur ini bertepatan dengan libur menjelang awal bulan Ramadhan di Indonesia. Menurut Bloomberg, para pakar di Natwest Markets memprakirakan Rupiah akan melemah ke 15.800 per Dolar AS di Kuartal kedua karena tantangan musiman dan pembayaran deviden ke para investor luar negeri. Impor barang konsumsi yang tinggi menjelang Ramadhan menyebabkan surplus Neraca Perdangangan Indonesia di bulan Januari 2024 menjadi yang terendah dalam rentang enam bulan. Selanjuntya, masih menurut Bloomberg, Claudio Piron, seorang pakar dari Bank of America, menyebutkan bahwa ekspor di Indonesia menurun karena penguatan Dolar, hal ini akan menjadi tema bagi Rupiah dalam waktu dekat, dan akan membuat Rupiah tetap tertekan selama bulan depan.

Sementara, untuk padangangan yang lebih jauh ke depan, para analis di TD securities, memprakirakan Rupiah akan rally ke 15.350 karena para investor memboyong obligasi Indonesia yang didorong oleh antisipasi terhadap prospek pemangkasan suku bunga The Fed.

Pada hari Jumat pekan lalu, angka Nonfarm Payrolls (NFP) AS meningkat ke 275.000 di bulan Februari, melampaui angka bulan Januari sebesar 229.000 yang direvisi dari 353.000 dan mengalahkan ekspektasi 200.000.  Data NFP tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pasar tenaga kerja di AS masih kuat dan adanya prospek pemangkasan pertama suku bunga The Fed yang akan dimulai di bulan Juni, membuat Greenback tertekan dan bergerak lebih rendah, sehingga hal ini mendukung Rupiah.

Data pekan ini yang akan menjadi sorotan dari Indonesia adalah Keyakinan Konsumen, Penjualan Ritel dan Neraca Perdagangan. Sementara dari Amerika Serikat (AS), para pedagang akan memantau Indeks Harga Konsumen (IHK), Indeks Harga Produsen (IHP) dan Indeks Keyakinan Konsumen Michigan. Data-data ini dapat memberikan dorongan lebih lanjut dalam pergerakan USD/IDR.

Analisis Teknis USD/IDR: Menunggu Penembusan Selanjutnya untuk Turun Lebih Jauh

Pada grafik harian, USD/IDR berhenti di bawah level Fibonacci Retracement 50% di level 15.612 dan berada tepat di support statis di 15.584/5. Relative Strength Index (RSI) 14 berada di wilayah bearish, di level 42,10, indikator ini menunjukkan bahwa harga masih memiliki ruang untuk bergerak turun sebelum menyentuh wilayah jenuh jual (oversold). Selain itu, harga juga sudah bergerak di bawah Simple Moving Average (SMA) 50 dan 100. Semua indikator yang disebutkan menunjukkan bahwa aksi jual masih mendominasi.

Level-level support yang menunggu di sisi bawah berada di 15.557 (Fibonacci Retracement 61,8%) dan tidak jauh dari level ini terletak garis support di 15.540. Penembusan di bawah kedua level tersebut akan memungkinkan harga untuk bergerak turun lebih jauh ke 15.480. 

Bila harga memantul kembali ke arah atas, harga berpeluang menguji level 15.612 (Fibonacci Retracement 50%) dan 15.630.

Grafik Harian USD/IDR

 

USD/INR Pulih dari Penurunan, dengan Fokus pada Data IHK India dan AS

Rupee India (INR) diperdagangkan dengan catatan yang lebih lemah di hari Senin, meskipun Dolar AS (USD) mengalami penurunan. Data pasar tenaga kerja AS bulan Februari yang beragam pada hari Jumat telah memberi beberapa tekanan jual pada Greenback karena telah memicu kemungkinan penurunan suku bunga di bulan Juni.
Baca lagi Previous

Harga Emas tetap di Bawah $2.200, Spekulasi untuk Penurunan Suku Bunga The Fed Bulan Juni Mendukung Pembeli

Harga emas (XAU/USD) melesat ke rekor tertinggi baru pada hari Jumat setelah laporan pekerjaan AS menunjukkan lonjakan tingkat pengangguran dan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan Juni. Namun, momentum tersebut terhenti menjelang level $2.200 di tengah-tengah kenaikan Dolar AS (USD) dari level terendahnya sejak pertengahan Januari, yang cenderung melemahkan komoditas berdenominasi USD. Logam mulia ini tetap berada di bawah level tersebut dan me
Baca lagi Next