Dolar AS Datar Jelang Rilis Kumpulan Data Pertama

  • Dolar AS berada di zona merah dengan Yen Jepang memimpin tekanan terhadap Greenback.
  • Sentimen pasar menjadi tidak jelas karena para investor menunggu data lebih lanjut di minggu penting ini.
  • Indeks Dolar AS melemah dan menuju pertengahan 103.

Dolar AS (USD) sedikit berada di zona merah, perdagangan secara keseluruhan melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya, terutama Yen Jepang, yang hampir 0,50% lebih kuat terhadap Greenback. Pergerakan ini terjadi karena data inflasi Jepang yang lebih tinggi dari prakiraan.

Dari sisi ekonomi, minggu ini mulai memanas dengan Barang Tahan Lama dan beberapa indeks sentimen ke depannya. Pasar telah mendengarkan Presiden Federal Reserve Kansas City Jeffrey Schmid, yang mengatakan bahwa The Fed harus sabar dan tidak menyesuaikan kebijakannya terlebih dahulu. Pada hari Selasa ini Michael Barr dan Wakil Ketua The Fed juga akan memberikan komentar.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Hidangan Pembuka yang Sempurna dengan Barang Tahan Lama

  • Jeffrey Schmid dari Fed Kansas City telah memulai Selasa ini dengan berkomentar, mengatakan bahwa The Fed harus menunggu dan tidak mengambil tindakan pada jalur disinflasi.
  • Sekitar pukul 13:30 GMT (20:30 GMT) Barang Tahan Lama untuk bulan Januari akan dirilis:
    • Pesanan Barang Tahan Lama diprakirakan dari 0% menjadi -4,8%.
    • Pesanan tanpa Transportasi diprakirakan dari 0,5% menjadi 0,2%.
    • Seperti biasa, revisi sebelumnya akan lebih penting dalam kaitannya dengan reaksi pasar terhadap data tersebut.
  • Pada pukul 13:55 GMT (20:55 WIB) Redbook mingguan akan dirilis, diprakirakan di 3% seperti sebelumnya.
  • Menjelang pukul 14:00 GMT (21:00 WIB), Indeks Harga Perumahan untuk bulan Desember akan dirilis, diprakirakan stabil di 0,3%.
  • Wakil Ketua The Fed Michael Barr akan memberikan beberapa komentar pada waktu yang sama dengan rilis Indeks Harga Perumahan.
  • Maju ke pukul 15:00 GMT (22:00 WIB) dan Keyakinan Konsumen untuk bulan Februari akan dirilis. Sebelumnya di 114,8 dengan proyeksi 115. Selain itu, Indeks Manufaktur Fed Richmond untuk bulan Februari akan dirilis pada waktu yang sama, sebelumnya di -15 dan diprakirakan di -4.
  • Data terakhir untuk hari Selasa akan dirilis pada pukul 15:30 GMT (22:30 WIB) yaitu Indeks Bisnis Manufaktur Fed Dallas untuk bulan Februari, sebelumnya kontraksi di -27,4.
  • Ekuitas sedikit berada di zona hijau setelah Dow Jones mematahkan kenaikan tiga hari berturut-turutnya semalam. Kinerja Tiongkok cukup baik, dengan Indeks Hang Seng dan Indeks Shenzhen keduanya naik hampir 1%. Ekuitas Eropa sedikit berada di zona hijau dengan futures AS masih mencari arah.
  • Menurut FedWatch Tool dari CME Group, ekspektasi terhadap jeda The Fed pada pertemuan 20 Maret adalah sebesar 97,5%, sementara peluang penurunan suku bunga mencapai 2,5%.
  • Imbal hasil Obligasi Pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan diperdagangkan di sekitar 4,26%, dan turun ke terendah sesi pada Selasa ini.

Analisa Teknis Indeks Dolar AS: Risiko untuk Penurunan Lainnya Tetap Ada

Indeks Dolar AS (DXY) mengalami masa sulit pada hari Selasa karena beberapa mata uang terapresiasi terhadap Dolar AS, dengan Yen Jepang memimpin penguatan. Hal ini telah mendorong DXY di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari di 103,73. Laporan Barang Tahan Lama pada Selasa ini bisa menjadi katalis yang cukup untuk mendorong DXY turun hingga menguji 103,00.

Untuk sisi atas, Simple Moving Average (SMA) 100-hari di dekat 104,02 adalah level pertama yang harus diperhatikan karena merupakan support yang telah berubah menjadi resistance. Jika Dolar AS mampu melewati 104,60, 105,12 adalah level penting berikutnya yang harus diperhatikan. Satu langkah lebih jauh dari itu adalah 105,88, yang merupakan tertinggi November 2023. Pada akhirnya, 107,20 – tertinggi 2023 – bahkan bisa kembali masuk dalam jangkauan, namun hal tersebut akan terjadi ketika pasar kembali mempertimbangkan penentuan waktu penurunan suku bunga The Fed, yang kemungkinan akan menundanya ke kuartal terakhir 2024.

Melihat ke bawah, Simple Moving Average 200-hari di 103,73 ditembus pada hari Kamis dan melihat lebih banyak penjual Dolar AS berkumpul untuk memperdagangkan penembusan tersebut. SMA 200-hari seharusnya tidak lepas begitu saja, jadi kemunduran kecil kembali ke level tersebut bisa jadi hal yang wajar. Pada akhirnya, mata uang ini akan kehilangan kekuatannya karena tekanan jual yang sedang berlangsung dan bisa jatuh ke 103,16, SMA 55-hari sebelum menguji level 103,00.

EUR/USD akan Uji Kembali Tertinggi Minggu Lalu dan Resistance Jangka Pendek di 1,0890 – Scotiabank

EUR/USD mempertahankan tren naik moderatnya dalam perdagangan yang tenang. Para ekonom di Scotiabank menganalisis prospek pasangan mata uang ini.
مزید پڑھیں Previous

Menteri Keuangan AS Yellen: Prospek Global Cukup Bagus; Selalu Ada Risiko

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada hari Selasa bahwa dia menganggap prospek global "cukup bagus" tetapi menambahkan bahwa selalu ada risiko, seperti dilansir Reuters.
مزید پڑھیں Next