IHSG Masih Lunglai di 7.277, Tunggu Beberapa Data Penting dari Indonesia, Tiongkok dan AS Pekan Ini

  • Indeks Harga Saham Indonesia (IHSG) terus anjlok ke sekitar 7.277.
  • Para investor menunggu data-data penting indikator ekonomi dari Indonesia, AS dan Tiongkok.
  • Menurut Presiden Federal Reserve (The Fed) New York John Williams, pertumbuhan belanja konsumen AS akan melambat tahun ini

Indeks Harga Saham Indonesia (IHSG) masih terus merosot, pada saat berita ini ditulis, diperdagangkan di sekitar 7.277, melemah 17 poin (-0,24%) dari penutupan hari Jumat pekan lalu di 7.295. IHSG pada perdagangan terakhir Jumat lalu terbebani oleh saham-saham perbankan, diantaranya BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI yang merosot antara 2%-0,5%, sementara beberapa saham pendorong IHSG adalah AMMN, TLKM, ANTM dan BUKA yang menguat antara 4,5%-0,2%.

Pekan lalu di hari Kamis, S&P Global telah merilis data IMP Manufaktur AS untuk bulan Februari, yang meningkat ke 51,5 dari 50,7, hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan perekonomian di Amerika Serikat (AS) sedang berkembang. 

Jumlah Uang Beredar M2 di Indonesia untuk bulan Januari yang dirilis pada hari Jumat 23 Februari, tumbuh 5,4% dibandingkan bulan sebelumnya 3,5%, berada di Rp 8,721.900 Miliar pada bulan Januari 2024 dari Rp p8,824.748 Miliar pada bulan Desember 2023. Menurut laporan yang dikutip dari Bank Indonesia (BI), perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 4,9% (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,1% (yoy). Perkembangan M2 pada bulam Januari 2024 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih. Penyaluran kredit pada Januari 2024 tumbuh sebesar 11,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,3% (yoy).

Para investor menunggu data pendahuluan Produk Domestik Bruto AS yang disetahunkan untuk kuartal keempat (Q4) pada hari Rabu dan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi Inti (PCE Inti) pada hari Kamis. Di Indonesia, angka Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur Global S&P Indonesia untuk bulan Februari akan dirilis pada hari Jumat beserta dengan data Inflasi Indonesia untuk bulan yang sama. Dan mereka juga akan memantau data dari Tiongkok untuk bulan Februari, di antaranya IMP Manufaktur NBS,  IMP Non-Manufaktur dan IMP Manufaktur Caixin yang akan dirilis pada hari Jumat.

Menurut Presiden Federal Reserve (The Fed) New York John Williams dalam wawancaranya dengan Axios pada hari Jumat lalu, ia memprakirakan bahwa pertumbuhan belanja konsumen AS akan melambat tahun ini. Dalam pidatonya pada hari Kamis pekan lalu, Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller mengatakan “berdasarkan data IHK dan IHP, PCE inti bulan Januari mungkin sebesar 2,8% pada suku bunga 12 bulan, 2,4% pada suku bunga 3 bulan, dan 2,5% pada suku bunga 6 bulan.”

IHSG Menembus ke Bawah Pola Segitiga

Hari ini IHSG terlihat telah menembus ke arah bawah pola segitiga yang terbentuk pada grafik harian. Pelemahan IHSG bisa terus berlanjut bila candlestick ditutup di bawah batas bawah (garis berwarna magenta) dari pola segitiga. Harga berpeluang untuk menguji level Simple Moving Average (SMA) 50 di sekitar 7.237,38 dan dapat melanjutkan penurunannya ke level psikologis di 7.200 untuk kemudian bergerak menuju level SMA 200 di sekitar 7.074,68.

Sebaliknya bila harga kembali melakukan penutupan di dalam pola segitiga, harga bisa menguji level resistance di sekitar 7.325

AUD/JPY Turun Lebih Rendah untuk Menghentikan Kenaikan Delapan Hari Beruntun ke Level Tertinggi Multi-Tahun

Pasangan AUD/JPY berada di bawah tekanan jual selama sesi Asia pada hari Senin dan menghentikan kenaikan delapan hari beruntun ke angka 99,00, atau level tertinggi sejak Desember 2014. Harga spot saat ini diperdagangkan di sekitar area 98,60, dengan para penjual saat ini menunggu terobosan berkelanjutan dan penerimaan di bawah Simple Moving Average (SMA) 100-jam sebelum memposisikan diri untuk penurunan lebih lanjut.
مزید پڑھیں Previous

USD/CAD Menarik Beberapa Pembeli di Atas Angka 1,3500 karena Penguatan Dolar AS dan Penurunan Harga Minyak

Pasangan USD/CAD menarik beberapa pembeli di atas angka 1,3500 selama awal sesi Asia hari Senin. Pemulihan pasangan ini didukung oleh permintaan Dolar AS (USD) yang baru. Para investor menunggu Laporan Neraca Berjalan Kanada dan Produk Domestik Bruto AS yang disetahunkan untuk kuartal keempat (Q4) untuk mendapatkan dorongan baru. Saat berita ini ditulis, USD/CAD diperdagangkan di 1,3512, naik 0,07% pada hari ini.
مزید پڑھیں Next