NZD/USD Bergerak Mendekati 0,5950 di Tengah Pemulihan Dolar AS, Data Tiongkok Dipantau

  • NZD/USD melanjutkan penurunannya karena Dolar AS menguat akibat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
  • Data tenaga kerja Selandia Baru yang suram meningkatkan spekulasi RBNZ akan menghentikan kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan Desember.
  • Investor menunggu Neraca Perdagangan Tiongkok dan Ekspektasi Inflasi Selandia Baru untuk Q4.

NZD/USD diperdagangkan lebih rendah di sekitar 0,5950 selama sesi Asia hari Selasa, melanjutkan penurunan untuk 2 sesi berturut-turut. Pada hari Senin, Dolar AS (USD) mulai memulihkan penurunan baru-baru ini karena peningkatan imbal hasil obligasi AS.

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan lebih tinggi di dekat 105,40, memantul kembali dari level terendah dua bulan. Selain itu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun pulih dari level terendah enam pekan yang terlihat pada hari Jumat, berada di dekat 4,63%, pada saat berita ini ditulis.

Pasangan NZD/USD mengalami lonjakan yang didorong oleh spekulasi bahwa Federal Reserve AS (The Fed) akan menghentikan pengetatan kebijakan moneternya. Sentimen ini dipicu oleh keputusan kebijakan dovish pekan lalu oleh The Fed dan indikasi pelemahan pasar tenaga kerja melalui data ketenagakerjaan yang mengecewakan dari Amerika Serikat (AS). Lebih lanjut, pelaku pasar mengharapkan adanya beberapa kali penurunan suku bunga hingga akhir tahun 2024.

Di sisi Selandia Baru, pasangan NZD/USD dapat menghadapi tekanan karena data ketenagakerjaan memburuk. Perubahan Ketenagakerjaan mencatat penurunan 0,2% pada kuartal ketiga terhadap ekspektasi kenaikan 0,4%. Sementara itu, Tingkat Pengangguran meningkat seperti yang telah diantisipasi, naik menjadi 3,9% dari sebelumnya 3,6%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di bulan November.

Para pelaku pasar mungkin akan mengawasi data Neraca Perdagangan Tiongkok untuk bulan Oktober yang dijadwalkan akan dirilis hari ini. Hasil rilis yang melebihi ekspektasi berpotensi mendukung pasangan Selandia Baru. Selain itu, Ekspektasi Inflasi Selandia Baru untuk kuartal keempat akan dirilis pada hari Rabu.

 

GBP/USD Tetap Tertekan di Bawah 1,2300 karena USD Pulih Lebih Jauh dari Level Terendah Multi-Pekan

Pasangan GBP/USD diperdagangkan dengan bias negatif selama dua hari berturut-turut pada hari Selasa dan mundur lebih jauh dari level tertingginya seja
Baca selengkapnya Previous

Exports (YoY) Cina Oktober Keluar Sebesar -6.4%, Di Bawah Harapan (-3.1%)

Exports (YoY) Cina Oktober Keluar Sebesar -6.4%, Di Bawah Harapan (-3.1%)
Baca selengkapnya Next