Harga Emas Tetap Stabil Meskipun Dolar AS Menguat Jelang IMP

  • Harga Emas diperdagangkan sideways karena masih adanya ketidakpastian di seputar prospek suku bunga.
  • The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah namun membuka kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut.
  • Berbeda dengan negara-negara G7 lainnya, AS tetap tangguh karena pasar tenaga kerja kuat dan belanja konsumen optimis.

Harga Emas (XAU/USD) kesulitan menemukan arah karena investor masih tidak yakin dengan puncak suku bunga setelah pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pada hari Rabu. Logam mulia diperdagangkan dalam kisaran Kamis saat sisi atas terbatas karena ketahanan ekonomi AS, yang menjaga ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lagi dari The Fed tetap hidup. Untuk sisi bawah, Emas juga terlihat mendapat dukungan yang baik karena inflasi inti yang terus menurun.

Meskipun perekonomian AS tetap kuat berdasarkan permintaan tenaga kerja, pertumbuhan upah, aktivitas sektor jasa, dan belanja konsumen, sektor manufaktur di negara tersebut masih menjadi perhatian utama. Aktivitas pabrik di AS telah mengalami penurunan dalam jangka waktu yang lama, dan tekanan lebih lanjut tidak dapat dikesampingkan karena perusahaan-perusahaan berupaya mengendalikan biaya melalui cadangan persediaan yang lebih rendah untuk menghindari kebutuhan modal kerja yang lebih tinggi.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas Diperdagangkan Tanpa Arah Menjelang IMP S&P Global

  • Harga Emas rebound ke dekat $1.925,00 saat investor melihat dampak buruk pada perekonomian global karena ekspektasi bahwa bank-bank sentral akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
  • Logam mulia berupaya melakukan pemulihan meskipun Dolar AS dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS kuat karena Federal Reserve (The Fed) diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah selama sisa tahun ini.
  • Berdasarkan Fedwatch tool CME, para pedagang melihat peluang 71% suku bunga tetap stabil di 5,25%-5,50% pada pertemuan kebijakan moneter bulan November.
  • Namun, para pengambil kebijakan The Fed memberikan pandangan yang hawkish terhadap suku bunga, mengisyaratkan kenaikan suku bunga lagi sebesar 25 basis poin (bp), yang akan mendorong suku bunga menjadi 5,50%-5,75%.
  • Para pengambil kebijakan di The Fed mungkin akan terus memilih kebijakan moneter yang stabil karena inflasi inti terus menurun dan kenaikan harga bensin baru-baru ini kemungkinan akan berdampak terbatas pada tekanan inflasi secara keseluruhan.
  • Meskipun suku bunga yang lebih tinggi dari The Fed mengurangi tekanan inflasi, investor mengalihkan fokus pada data ekonomi, yang akan menjadi dasar untuk pertemuan-pertemuan kebijakan moneter mendatang.
  • Kondisi perekonomian AS, khususnya pertumbuhan lapangan kerja dan upah yang stabil serta belanja konsumen yang optimis, dapat menjaga kelebihan inflasi di atas tingkat yang diinginkan 2% menjadi sangat sulit dipertahankan.
  • Bank of America (BofA) optimis terhadap prospek ekonomi AS karena momentum belanja konsumen kuat, sehingga menurunkan kemungkinan resesi.
  • Dalam pengumuman kebijakan moneter pada hari Rabu, para pengambil kebijakan The Fed mengatakan bahwa perekonomian AS mampu menahan biaya pinjaman yang lebih tinggi.
  • Para pengambil kebijakan The Fed tertarik untuk mempertahankan suku bunga cukup tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama untuk menurunkan inflasi. Menurut proyeksi mereka, suku bunga acuan akan tetap di atas 5% tahun depan dan pada akhir tahun 2025 hampir mencapai 4%. Anggota The Fed memprakirakan inflasi akan terkendali pada tahun 2026, namun suku bunga diprakirakan jauh di atas level-level sebelum pandemi.
  • Ekuitas AS bisa berada di bawah tekanan karena suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
  • Sisi atas Indeks Dolar AS (DXY) masih terbatas karena investor menunggu IMP Manufaktur dan Jasa S&P Global pendahuluan untuk bulan September, yang akan dipublikasikan pada pukul 13:15 GMT (20:15 WIB).
  • IMP Manufaktur diprakirakan sedikit membaik ke 48,0 dari Agustus 47,9. IMP Jasa, yang mengukur sektor yang menyumbang dua pertiga perekonomian AS, diantisipasi naik ke 50,6 dari 50,5 di Agustus.
  • IMP Manufaktur AS di bawah 50 selama beberapa bulan terakhir, yang menandakan bahwa aktivitas pabrik di negara tersebut mengalami kontraksi dalam jangka waktu yang lama karena perusahaan-perusahaan berupaya mencapai efisiensi melalui pengendalian biaya dalam membangun persediaan. Para produsen beroperasi di kapasitas yang lebih rendah karena prospek permintaan suram.
  • Dolar AS mungkin terus menikmati daya tarik yang lebih tinggi karena negara-negara G7 lainnya menghadapi risiko perlambatan karena ketidakmampuan untuk menyerap konsekuensi dari kebijakan suku bunga yang restriktif.

Analisis Teknis: Harga Emas Konsolidasi di Atas EMA 200-Hari

Harga Emas pulih setelah koreksi ke dekat $1.915,00. Logam mulia diperdagangkan dalam kisaran Kamis di sekitar $1.925,00. Tren yang lebih luas adalah sideways di tengah ketidakpastian puncak suku bunga. Logam mulia secara konsisten memiliki support di dekat Exponential Moving Average (EMA) 200-hari di $1.910,00, mengekspos penurunan lebih lanjut karena investor menggunakan pullback sebagai peluang jual.

USD/JPY: Pelemahan Yen akan Tetap Menjadi Fokus Setelah Pembaruan BoJ – MUFG

Yen semakin melemah setelah pertemuan kebijakan terakhir BoJ. Para ekonom di MUFG Bank menganalisa prospek JPY. Kurangnya Dorongan dari BoJ Membuat J
Read more Previous

AUD/USD Tidak Membuat Kemajuan untuk Meraih 0,6450, Greenback Pangkas Kenaikan Mingguan

AUD/USD mematahkan penurunan dua hari berturut-turutnya, diperdagangkan lebih tinggi di dekat 0,6440 selama sesi Eropa pada hari Jumat. Pasangan mata
Read more Next