AUD/USD Tetap Terbatas dalam Kisaran di Bawah Pertengahan 0,6400-an, Bergerak Sedikit setelah Risalah RBA

  • AUD/USD melanjutkan perjuangannya untuk mendapatkan traksi pada hari Selasa dan tetap terbatas dalam kisaran.
  • Risalah rapat RBA bulan September gagal mengesankan para pedagang atau memberikan dorongan yang berarti.
  • Pergerakan harga USD yang lemah memberikan beberapa dukungan saat para pedagang diam menunggu menjelang FOMC.

Pasangan AUD/USD melanjutkan pergerakan harga konsolidatif sideways-nya selama sesi Asia pada hari Selasa dan tetap terbatas dalam kisaran perdagangan yang dikenal yang telah berlangsung selama sekitar satu minggu terakhir. Harga spot bertahan stabil di sekitar area 0,6435-0,6430 dan bergerak sedikit setelah rilis risalah rapat kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) bulan September.

Bank sentral Australia mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 bp, meskipun kemungkinan untuk mempertahankan suku bunga lebih kuat karena data terbaru tidak secara material mengubah prospek ekonomi. Risalah tersebut juga mengungkapkan bahwa RBA tetap siap untuk melakukan pengetatan lebih lanjut jika inflasi terbukti lebih tinggi dari yang diprakirakan. Dengan tidak adanya sinyal hawkish baru, risalah tersebut tidak banyak mempengaruhi Aussie (AUD) atau memberikan dorongan yang berarti bagi pasangan AUD/USD di tengah spekulasi bahwa RBA mungkin telah mengakhiri siklus kenaikan suku bunganya.

Dolar AS (USD), di sisi lain, tetap bertahan di bawah puncak enam bulan yang dicapai minggu lalu dan terlihat memberikan beberapa dukungan pada pasangan AUD/USD. Para pedagang juga terlihat enggan untuk memasang taruhan terarah yang agresif dan lebih memilih untuk menunggu diam menjelang keputusan suku bunga bank sentral utama minggu ini, termasuk Federal Reserve (Fed). Bank sentral AS dijadwalkan untuk mengumumkan hasil pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu dan secara luas diantisipasi untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah di 5,50%.

Namun, para investor tampaknya yakin bahwa The Fed akan tetap bertahan pada sikap hawkish-nya dan telah memprakirakan kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 bp pada akhir tahun ini. Selain itu, data makro AS yang kuat, serta inflasi yang masih tinggi, seharusnya memungkinkan the Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, fokus akan tetap tertuju pada pernyataan kebijakan moneter yang menyertainya. Selain itu, komentar Ketua Fed Jerome Powell akan dicermati untuk mencari isyarat tentang jalur kenaikan suku bunga di masa depan.

Hal ini, pada gilirannya, akan memainkan peran utama dalam mempengaruhi dinamika harga USD jangka pendek dan memberikan dorongan arah baru untuk pasangan AUD/USD. Sementara itu, ekspektasi Fed yang hawkish tetap mendukung kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS dan mendukung kenaikan USD, menunjukkan bahwa jalur termudah untuk harga spot adalah ke sisi bawah. Hal ini, pada gilirannya, menunjukkan bahwa setiap pergerakan apresiasi yang berarti masih dapat dilihat sebagai peluang jual dan berisiko gagal dengan cepat.

Level-Level Teknikal yang Perlu Diperhatikan

WTI Melanjutkan Kenaikannya di Bawah $91,00 di Tengah Prospek Pasokan yang Ketat

Western Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar angka $90,90 sejauh hari Selasa ini. Harga WTI mendapatkan momen
Mehr darüber lesen Previous

Nishimura, Jepang: Kebijakan Moneter untuk 'Mengulur Waktu' akan Berakhir Suatu Saat Nanti

Menteri Perindustrian Jepang Yasutoshi Nishimura menyampaikan pandangannya mengenai kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ). Kutipan Utama Kebijakan
Mehr darüber lesen Next