Pound Sterling Memanfaatkan Perbaikan Sentimen di Pasar, Fokus pada IMP S&P

  • Pound Sterling menguat karena kenaikan suku bunga BoE lebih lanjut diperlukan demi tercapainya stabilitas harga.
  • Sektor perumahan Inggris menghadapi dampak dari kenaikan suku bunga hipotek.
  • Rishi Sunak berencana melakukan perombakan kabinet lebih cepat menjelang pemilihan umum.

Pound Sterling (GBP) mencetak tertinggi baru dalam tiga hari, memanfaatkan perbaikan sentimen di pasar dan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Bank of England (BoE) untuk memastikan stabilitas harga. Pasangan GBP/USD menguat karena investor berharap siklus pengetatan BoE saat ini akan melampaui puncak pengetatan yang dilakukan oleh Federal Reserve (The Fed).

Biaya pinjaman yang lebih tinggi dari BoE memperluas cakupan dampaknya pada sektor properti Inggris. Pembeli rumah telah mengalami tekanan keterjangkauan akibat tingginya suku bunga hipotek karena pertumbuhan upah yang kuat kesulitan mengimbangi kewajiban cicilan yang lebih tinggi. Pound Sterling diprakirakan akan tetap beraksi karena PM Inggris Rishi Sunak merencanakan perombakan kabinet besar-besaran menjelang pemilihan umum pada tahun 2024.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Pound Sterling Rebound di Tengah Sentimen Risk-On di Pasar

  • Pound Sterling mendekati tertinggi tiga hari di dekat 1,2800 karena selera risiko investor membaik menjelang data IMP pendahuluan untuk bulan Agustus.
  • Data IMP S&P Global Inggris akan dirilis pada hari Rabu pukul 08:30 GMT (15:30 WIB). IMP manufaktur diprakirakan turun ke 45,0 dibandingkan sebelumnya 45,3. IMP jasa diprakirakan tetap stabil di 52,3.
  • Setelah data ekonomi bulan Juli dirilis, investor berharap Bank of England tidak menghentikan sejenak siklus pengetatan suku bunga sehingga inflasi kembali ke 2%.
  • Pertumbuhan upah yang kuat memungkinkan rumah tangga mengeluarkan banyak uang dan inflasi inti tetap tinggi. Inflasi inti Inggris tetap stabil di 6,9%, sedikit lebih rendah dari puncaknya 7,1%.
  • Inflasi umum melemah tajam ke 6,8% dari angka Juni 7,9%. Penjual bahan bakar berhenti membebankan biaya berlebihan kepada konsumen setelah diperingatkan oleh Gubernur BoE Andrew Bailey.
  • Sementara itu, Fitch mengatakan inflasi energi dan pangan di Inggris kemungkinan akan turun lebih jauh dalam beberapa bulan mendatang karena efek-efek dasar.
  • Mengingat situasi inflasi saat ini, PM Inggris Rishi Sunak mungkin tidak memenuhi janjinya untuk mengurangi separuh inflasi ke 5% pada akhir tahun.
  • BoE diprakirakan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut pada bulan September dan puncak suku bunga diprakirakan di 5,75%.
  • Konsekuensi dari 14 kali kenaikan suku bunga berturut-turut yang dilakukan oleh bank sentral Inggris telah memperlambat momentum belanja konsumen. Penjualan Ritel turun di bulan Juli karena cuaca basah saat inflasi tinggi telah menekan pendapatan riil rumah tangga.
  • Dampak kebijakan moneter yang bersifat membatasi telah meluas ke seluruh sektor properti. Pemberi pinjaman hipotek besar Halifax menunjukkan bahwa keterjangkauan rumah telah menyusut secara signifikan karena pertumbuhan upah yang lebih kuat gagal mengimbangi biaya pinjaman yang lebih tinggi.
  • Diskusi mengenai perombakan kabinet Inggris masih hangat akhir pekan ini. Reuters melaporkan bahwa PM Sunak sekarang sedang mempertimbangkan untuk fokus pada penggantian menteri-menteri yang telah mengatakan ingin mundur, seperti mantan Menteri Pertahanan Ben Wallace.
  • Perombakan kabinet Inggris diprakirakan terjadi lebih cepat karena Rishi Sunak gagal memenuhi janjinya untuk mengurangi separuh inflasi dan memperkuat prospek ekonomi menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan pada tahun 2024.
  • Indeks Dolar AS (DXY) tetap sideways di atas 103,00 saat investor mempersiapkan diri menghadapi Simposium Ekonomi Jackson Hole, yang akan dimulai pada hari Kamis.
  • Investor berharap Ketua The Fed Jerome Powell mungkin tidak membahas kenaikan suku bunga tanpa data ekonomi yang meyakinkan tetapi akan menyampaikan pesan yang kuat untuk mencapai stabilitas harga dengan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
  • Momentum ke atas dalam imbal hasil obligasi Pemerintah AS telah melambat karena Jerome Powell kemungkinan akan membahas menjaga suku bunga netral pada pertemuan kebijakan bulan September.
  • Moody's, S&P Global telah menurunkan peringkat kredit bank-bank komersial AS, dengan alasan risiko meningkatnya arus keluar di lingkungan suku bunga tinggi.

Analisis Teknis: Pound Sterling Meraih Tertinggi Baru Tiga Hari

Pound Sterling mencetak tertinggi baru tiga hari di sekitar 1,2800, naik secara bertahap karena melemahnya Dolar AS. Cable telah diperdagangkan dalam kisaran 1,200-1,2800 selama tiga minggu terakhir, dan ledakan yang sama akan menghasilkan tick yang lebih lebar dan volume yang besar. Pada grafik waktu harian, aset telah berhasil naik di atas Exponential Moving Averages (EMA) 20- dan 50-hari, yang mengindikasikan bahwa tren jangka menengah telah berubah menjadi bullish.

Lira Terbukti Sulit Didukung – Commerzbank

Nilai tukar Lira semakin lemah, tanpa henti, seperti yang telah terjadi sejak Mei. Para ekonom di Commerzbank menganalisis prospek TRY saat bank sentr
Devamını oku Previous

Indeks Kepercayaan Konsumen Belgia Agustus: -7 versus Sebelumnya -6

Indeks Kepercayaan Konsumen Belgia Agustus: -7 versus Sebelumnya -6
Devamını oku Next