Pasar Saham Asia: Diperdagangkan Lebih Rendah karena Data Tiongkok yang Suram, Sentimen Risk-Off

  • Sebagian besar pasar saham Asia diperdagangkan di wilayah negatif pada hari Rabu.
  • Indeks Harga Konsumen (IHK) Tiongkok YoY turun 0,3% (Juli) dari 0% sebelumnya, dan diperrakirakan -0,4%.
  • Reserve Bank of India (RBI) secara luas diantisipasi untuk mempertahankan suku bunga acuan di 6,5% pada hari Kamis.

Sebagian besar pasar saham Asia diperdagangkan di wilayah negatif pada hari Rabu. Ekuitas regional mengikuti jejak Wall Street, yang merosot setelah Moody's menurunkan peringkat kredit beberapa pemberi pinjaman menengah dan kecil di Amerika Serikat dan mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan pemangkasan peringkat institusi-institusi yang lebih besar.

Pada saat berita ini diturunkan, Nikkei turun 0,55%, Shanghai turun 0,36%, Hang Sang turun 0,06%, Indeks Komponen Shenzhen turun 0,28%, NIFTY 50 turun 0,28%, dan Indeks Kospi naik 1,32%.

Di Tiongkok, data terakhir pada hari Rabu menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Tiongkok YoY turun 0,3% di bulan Juli dari sebelumnya 0%, dan konsensus pasar mengantisipasi penurunan sebesar -0,4%. Sementara itu, Indeks Harga Produsen (IHP) turun 4,4% YoY, dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 4,1% YoY dan penurunan 5,4% sebelumnya.

Awal pekan ini, nilai dolar dari ekspor Tiongkok YoY di bulan Juli anjlok -14,5%, lebih buruk dari ekspektasi -12,5% di bulan Juni, dan Impor turun -12,4% YoY dari -5%. Data-data Tiongkok tersebut memicu kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi di negara tersebut dan menekan pemerintah mengenai rencana stimulus tambahan.

Meskipun demikian, pemerintah akan menerapkan langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan pengeluaran konsumen dan meningkatkan likuiditas lokal. Namun, para pejabat sekali lagi tidak memberikan rincian yang signifikan mengenai stimulus yang direncanakan. Kurangnya rencana spesifik dari pemerintah telah mengurangi ekspektasi para investor.

Dari sisi India, pertemuan kebijakan moneter Reserve Bank of India (RBI) dijadwalkan pada hari Selasa hingga Kamis, dan keputusan kebijakan akan diumumkan pada hari Kamis. Pasar mengantisipasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga repo untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. Perlu diperhatikan bahwa RBI telah mempertahankan suku bunga repo di 6,5% sejak Februari, ketika dinaikkan dari 6,25% di bulan Mei tahun lalu. Selain itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) India untuk bulan Juli dan Produksi Industri untuk bulan Juni akan dirilis pada hari Jumat.

Selanjutnya, para pelaku pasar menantikan Indeks Harga Konsumen (IHK) India untuk bulan Juli dan Produksi Industri untuk bulan Juni, yang akan dirilis pada hari Jumat. Juga, data inflasi dari AS. Data ekonomi ini dapat memberi arah pada aset-aset berisiko seperti Emas, ekuitas, AUD/USD, dan lain-lain.

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Tembus Rintangan $1.935 sebab Pasar Siap Hadapi Inflasi AS – Confluence Detector

Harga Emas (XAU/USD) bertahan di level kenaikan pertengahan selama hari positif pertama minggu perdagangan karena sentimen pasar membaik di tengah sin
Baca selengkapnya Previous

S&P: Tidak Yakin Bahwa Ekonomi Australia dapat Melakukan Soft Landing

"Mungkin saja, namun tidak pasti, bahwa perekonomian Australia dapat melakukan 'soft landing' dengan inflasi yang menurun ke kisaran target RBA," kata
Baca selengkapnya Next