Dolar AS Berusaha Keras Temukan Permintaan Jelang Data Penjualan Ritel Utama AS

  • Dolar AS tetap berada di posisi lemah setelah upaya pemulihan yang kecil pada hari Senin.
  • Indeks Dolar AS terus berfluktuasi di bawah 100,00.
  • Data Penjualan Ritel AS untuk bulan Juni dapat berdampak pada kinerja USD.

Dolar AS kesulitan untuk menarik para investor pada hari Selasa setelah ditutup hampir tidak berubah pada hari Senin. Indeks Dolar AS (DXY) tetap berada di posisi lemah, di bawah 100,00, dan tetap berada dalam jarak yang cukup jauh dari level terendah 15 bulan yang ditetapkan di dekat 99,50 pada hari Jumat.

Kalender ekonomi AS akan merilis data Penjualan Ritel untuk bulan Juni di hari ini, yang dapat mempengaruhi performa Dolar AS (USD) terhadap mata uang-mata uang utama lainnya. Pasar memprakirakan Penjualan Ritel akan naik 0,5% dalam sebulan, lebih tinggi dari kenaikan 0,3% yang tercatat di bulan Mei.

Ringkasan Penggerak Pasar Harian: Dolar AS Menunggu Data Penjualan Ritel

  • Menilik laporan Penjualan Ritel, "data Penjualan Ritel AS yang lebih kuat dari ekspektasi dapat menghidupkan kembali kenaikan Dolar AS, memicu koreksi singkat pada pasangan mata uang utama menjelang pengumuman kebijakan The Fed dan Bank Sentral Eropa (ECB) minggu depan," kata analis FXStreet, Dhwani Mehta.
  • Setelah pembukaan yang bervariasi, indeks-indeks utama Wall Street ditutup di wilayah positif pada hari Senin. Didorong oleh kinerja saham-saham teknologi yang optimis, Indeks Komposit Nasdaq naik hampir 1%.
  • Indeks saham berjangka AS diperdagangkan datar menuju sesi Amerika pada hari Selasa.
  • Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun turun menjadi 3,75% pada hari Selasa setelah ditutup tidak berubah pada hari Senin.
  • Produk Domestik Bruto (PDB) riil Tiongkok berekspansi 6,3% pada kuartal kedua tahun ini, menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional Tiongkok (NBS) pada hari Senin. Angka ini mengikuti pertumbuhan 4,5% yang tercatat di kuartal pertama namun berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 7,3%. Citigroup menurunkan prakiraan pertumbuhan setahun penuh untuk Tiongkok menjadi 5% dari 5,5%.
  • Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan kepada Bloomberg pada hari Senin bahwa ada kemungkinan besar bahwa pemerintahan Biden akan melanjutkan kontrol investasi keluar di Tiongkok.
  • Dolar AS melemah secara signifikan minggu lalu karena data inflasi yang lemah dari AS menghidupkan kembali ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bp) di bulan Juli.
  • Indeks Harga Konsumen (IHK) di AS naik 3% secara tahunan di bulan Juni, menyusul kenaikan 4% yang tercatat di bulan Mei. Indeks Harga Produsen (IHP) tahunan naik tipis 0,1% pada periode yang sama.
  • Mengomentari prospek USD, "Jika terjadi penurunan inflasi yang semakin cepat dan data ekonomi yang melemah, pasar mungkin akan semakin bergantung pada suku bunga acuan yang tidak akan bertahan di level tinggi untuk waktu yang lama, sedangkan penurunan suku bunga sebelum akhir tahun menjadi semakin mungkin terjadi," ujar Antje Praefcke, Analis Valas di Commerzbank. "Hal ini akan menyebabkan USD semakin melemah."
  • University of Michigan melaporkan pada hari Jumat bahwa Indeks Sentimen Konsumen meningkat ke 72,6 dalam estimasi awal bulan Juli dari 64,4 di bulan Juni.
  • Survei Manufaktur Empire State Bank of New York untuk bulan Juli, yang dirilis pada hari Senin, menunjukkan bahwa Indeks Kondisi Bisnis Umum turun ke 1,1 dari 6,6 di bulan Juni.
  • Pasar hampir sepenuhnya memprakirakan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bp di bulan Juli. Probabilitas kenaikan suku bunga sekali lagi di bulan Desember mencapai sekitar 20%, menurut CME Group FedWatch Tool.

Analisis Teknis: Indeks Dolar AS Menunjukkan Kondisi Oversold

Menyusul pergerakan berombak pada hari Senin, Indeks Dolar AS (DXY) secara teknikal masih oversold pada hari Selasa, dengan indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik harian yang masih berada di bawah 30.

DXY perlu naik di atas 100,00 (level psikologis) dan mengkonfirmasi level tersebut sebagai support untuk menarik para pembeli dan melakukan koreksi lanjutan. Dalam skenario tersebut, 101,00 (support sebelumnya, level statis) dapat dilihat sebagai target pemulihan berikutnya.

Pada sisi negatifnya, 99,20 (level statis dari Maret 2022) terletak sebagai support berikutnya sebelum 99,00 (level psikologis) dan 98,30 (Simple Moving Average 200-minggu).

EUR/GBP Naik Perlahan Menuju area 0,90 pada Pandangan 12 Bulan – Rabobank

Para ekonom di Rabobank mendiskusikan prospek GBP. GBP akan Berhenti Bereaksi Positif terhadap Kenaikan Suku Bunga dalam Jangka Menengah Sementara
อ่านเพิ่มเติม Previous

IHK Kanada: Melambatnya Inflasi Utama dapat Membebani Loonie – Scotiabank

Para ekonom di Scotiabank menganalisa prospek CAD menjelang data IHK Kanada. Harga Inti DipRakirakan akan Moderat tetapi Hanya Perlahan Data IHK Ka
อ่านเพิ่มเติม Next