AUD/USD Perpanjang Penurunan ke Dekat 0,6630 saat The Fed Punya Alasan untuk Lanjutkan Pengetatan Kebijakan
- AUD/USD turun tajam ke dekat 0,6630 di tengah pemulihan yang solid dalam Indeks Dolar AS.
- Setelah angka-angka biaya tenaga kerja AS yang optimis, investor menunggu data IHK bulan Juni.
- Pasca melewatkan pengetatan kebijakan, RBA diprakirakan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut menjadi 4,35%.
Pasangan AUD/USD memperpanjang penurunannya secara signifikan ke dekat 0,6630 di awal sesi New York. Sell-off yang intens dalam Dolar Australia terinspirasi oleh pemulihan yang solid pada Indeks Dolar AS (DXY). Indeks Dolar AS telah meraih tertinggi baru harian di 102,56 karena penambahan payrolls baru yang berkelanjutan di pasar tenaga kerja telah memperkuat harapan kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve (The Fed).
S&P500 tampak akan dibuka dengan catatan kelu menyusul isyarat dari futures semalam. Indeks Dolar AS gagal menguat karena penambahan payroll yang lebih rendah dari yang diantisipasi mengimbangi dampak kenaikan tekanan upah. Sementara itu, Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun turun sedikit ke dekat 4,06%.
Setelah angka biaya tenaga kerja yang optimis, investor menunggu data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Juni, yang dijadwalkan pada hari Rabu pukul 12:30. Para pembuat kebijakan The Fed secara konsisten menegaskan kembali bahwa tekanan inflasi inti sangat membandel dan lebih banyak kenaikan suku bunga tepat untuk mempertahankan tekanan.
Namun, Pendapatan Per Jam Rata-Rata yang optimis cukup bagi The Fed untuk mempercepat kenaikan suku bunga. Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan dua kenaikan suku bunga lagi tahun ini sangat disukai.
Di sisi Dolar Australia, setelah melewatkan pengetatan kebijakan, Reserve Bank of Australia (RBA) diprakirakan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut menjadi 4,35%. Mengetahui fakta bahwa kondisi pasar tenaga kerja semakin ketat dan inflasi di 5,6% jauh dari tingkat yang diinginkan 2%, Gubernur RBA Philip Lower akan menaikkan suku bunga kebijakan.
Di Tiongkok, Indeks Harga Konsumen dan Produsen (IHP) secara konsisten melambat karena permintaan keseluruhan oleh rumah tangga sangat lemah. Pencabutan kontrol pandemi telah gagal mengangkat prospek ekonomi dan memicu kekhawatiran terhadap perlambatan.
Perlu dicatat bahwa Australia adalah mitra dagang utama Tiongkok dan permintaan yang suram di Tiongkok berdampak pada Dolar Australia.