Himino, BoJ: Kenaikan Inflasi Konsumen Jepang Baru-Baru Ini Jauh Lebih Rendah Dibandingkan dengan AS dan Eropa
Deputi Gubernur Bank of Japan (BOJ) Ryozo Himino, melalui Reuters, mengatakan bahwa ia melihat adanya tanda-tanda awal inflasi yang didorong oleh permintaan. Berita ini menyampaikan kekhawatiran pegambil kebijakan itu terhadap inflasi saat merilis perincian wawancara hari Rabu dengan Reuters pada hari Kamis malam.
Komentar-Komentar Utama
Kenaikan harga baru-baru ini lebih kuat daripada yang diproyeksikan sebelumnya dan ekspektasi inflasi bergerak naik, sebuah tanda bahwa ekonomi semakin dekat untuk mencapai target inflasi 2% bank.
Perekonomian mulai melihat perpaduan antara inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya dan kenaikan harga yang didorong oleh permintaan domestik.
Lolosnya kenaikan harga barang impor meluas dengan sedikit keterlambatan. Namun, faktor-faktor lain mungkin juga berperan seperti kekurangan tenaga kerja, permintaan domestik yang kuat, dan perubahan perilaku penetapan harga perusahaan.
Kami percaya bahwa lolos dari kenaikan harga barang impor masih menjadi faktor dominan, namun perlu dicermati kontribusi dari faktor-faktor baru yang mendorong kenaikan harga.
Kenaikan inflasi konsumen baru-baru ini di Jepang jauh lebih rendah dibandingkan di Amerika Serikat atau Eropa, namun cukup kuat dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Kami tidak melihat adanya tanda-tanda risiko bahwa Jepang akan mengalami inflasi tinggi seperti yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa, tetapi ekonomi adalah sesuatu yang hidup.
Kita perlu dengan rendah hati melihat bagaimana berbagai faktor ikut berperan.
Kita perlu menafsirkan dengan hati-hati pesan-pesan yang keluar dari pasar.
Mengenai bagaimana kami akan merespon dengan kebijakan, ini akan menjadi keputusan yang komprehensif dengan melihat skenario dasar dan risiko seputar ekonomi, harga dan perkembangan keuangan.