Malaysia: Arus Masuk Portofolio Asing Tetap Kuat di Bulan Mei – UOB
Ekonom Senior Julia Goh dan Ekonom Loke Siew Ting di UOB Group mengulas angka portofolio asing terbaru di Malaysia.
Kutipan Utama
Aliran masuk portofolio asing persisten selama lima bulan berturut-turut di bulan Mei dengan peningkatan menjadi MYR2,2 miliar (dari +MYR1,3 miliar di bulan April). Itu murni didorong oleh pembelian asing neto sekuritas utang Malaysia (di MYR3,0 miliar dibandingkan +MYR1,5 miliar di bulan April) karena ekuitas terus menghadapi tekanan jual asing selama sembilan bulan berturut-turut (di MYR0,8 miliar dibandingkan –MYR0,3 miliar di April). Hal ini membuat arus masuk portofolio asing year-to-date (ytd) lebih tinggi menjadi MYR13,0 miliar dalam lima bulan pertama 2023 (Jan-Mei 2022: +MYR8,3 miliar).
Cadangan devisa Bank Negara Malaysia (BNM) turun lebih jauh sebesar USD1,7 miliar m/m menjadi USD112,7 miliar pada akhir Mei (akhir April: -USD1,1 miliar m/m menjadi USD114,4 miliar) di tengah MYR yang lebih lemah di bulan tersebut. Posisi cadangan terakhir cukup untuk membiayai 4,8 bulan impor barang & jasa, level terendah sejak masuknya komponen jasa pada Feb 2022, dan 1,0 kali dari total utang luar negeri jangka pendek. Posisi jual bersih BNM di FX swap menyempit paling tajam sejak Mar 2019 sebesar USD3,1 miliar m/m menjadi USD23,6 miliar pada akhir April (akhir Maret: +USD0,5 miliar m/m menjadi USD26,7 miliar).
Ke depan, kami terus melihat tantangan aliran modal ke pasar negara berkembang/emerging markets (EM) termasuk Malaysia. Hal ini terutama didasarkan pada (i) rilis data ekonomi Tiongkok yang lebih lemah dari prakiraan dalam beberapa bulan terakhir, menyiratkan jalur pemulihan ekonomi lebih lambat; (ii) pembaruan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Juli dan lebih rendahnya taruhan terhadap penurunan suku bunga The Fed di semester kedua 2023; (iii) serta ketidakpastian seputar pemilu enam negara bagian Malaysia di tengah risiko geopolitik yang sedang berlangsung.