Dolar AS Tetap Tenang Jelang Data PDB AS Minggu ini

  • Dolar AS kesulitan mengumpulkan kekuatan tetapi penurunan tetap terbatas untuk saat ini.
  • Rilis data ekonomi makro utama dari Amerika Serikat minggu ini dapat mendorong valuasi USD.
  • Indeks Dolar AS secara teknis masih bearish dalam waktu dekat.

Dolar AS (USD) gagal mendapatkan keuntungan dari survei IMP S&P Global yang lebih kuat dari prakiraan pada hari Jumat dan Indeks Dolar AS menutup minggu sebelumnya hampir tidak berubah. Di awal minggu baru, USD tetap berada di bawah tekanan jual moderat melawan para pesaingnya. Menjelang rilis data ekonomi makro utama pekan ini, termasuk Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama dan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditures (PCE) April, investor dapat menahan diri dari bertaruh pada pelemahan USD lebih lanjut.

Indeks Dolar AS, yang melacak kinerja USD melawan sekeranjang enam mata uang utama, tetap tenang sedikit di atas 101,50 pada hari Senin.

Penggerak Pasar Harian: Aksi Lemah Dolar AS Berlanjut pada Hari Senin

  • Data dari AS mengungkapkan pada hari Jumat bahwa aktivitas ekonomi di sektor swasta tumbuh dengan laju yang menguat di bulan April dengan IMP Komposit S&P Global naik ke 53,5 (pendahuluan) dari 52,3 di bulan Maret.
  • IMP Manufaktur S&P Global membaik ke 50,4 pada periode yang sama dari 49,2 dan IMP Jasa naik ke 53,7, melampaui prakiraan analis 51,5.
  • Mengomentari data, "survei terbaru menambah tanda bahwa aktivitas bisnis telah mendapatkan kembali momentum pertumbuhan setelah turun selama tujuh bulan hingga Januari," kata Chris Williamson, Kepala Ekonom Bisnis di S&P Global Market Intelligence.
  • Indeks saham AS diperdagangkan sedikit lebih rendah pada hari Senin, mengindikasikan bahwa indeks utama Wall Street dapat memulai minggu ini dengan tertekan.
  • Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun tetap di wilayah negatif tetapi berhasil bertahan di atas 3,5%.
  • Federal Reserve Bank of Chicago akan merilis Indeks Aktivitas Nasional untuk bulan Maret pada hari Senin. Federal Reserve Bank of Dallas juga akan menerbitkan Survei Manufaktur Texas untuk bulan April.
  • FedWatch Tool CME Group menunjukkan bahwa pasar saat ini menilai probabilitas hampir 90% satu lagi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sebesar 25 basis poin pada pertemuan mendatang.
  • The Fed akan berada dalam periode blackout hingga keputusan kebijakan diumumkan minggu depan, 3 Mei.
  • Biro Analisis Ekonomi AS akan mengungkap estimasi pertama pertumbuhan PDB kuartal pertama pada hari Kamis. Perekonomian AS diprakirakan akan tumbuh pada tingkat tahunan 2% di kuartal pertama, turun dari 2,6% yang tercatat di kuartal terakhir 2022.

Analisis Teknis: Indeks Dolar AS Secara Teknis Tetap Bearish

Indeks Dolar AS diperdagangkan sedikit di bawah Simple Moving Average (SMA) 20-hari, yang saat ini berada di 102,00. Jika DXY menutup hari di atas level tersebut, maka dapat menargetkan 103,00 (level statis, level psikologis) dan 103,40 (SMA 50-hari, SMA 100-hari).

Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik harian bergerak sideways sedikit di bawah 50, mengindikasikan bahwa pembeli tetap enggan bertaruh pada pemulihan yang stabil dalam DXY.

Untuk sisi bawah, 101,50 (level statis) sebagai support sementara di depan 101,00/100,80 (level psikologis, level statis, terendah multi-bulan yang diraih pada 14 April). Penutupan harian di bawah area support tersebut dapat membuka kemungkinan penurunan lebih lanjut menuju 100,00 (level psikologis).

Bagaimana Dampak Kebijakan The Fed terhadap Dolar AS?

Bank Sentral AS (Federal Reserve) memiliki dua mandat: menciptakan lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga. The Fed menggunakan suku bunga sebagai alat utama untuk mencapai tujuan-tujuannya, tetapi harus menemukan keseimbangan yang tepat. Jika The Fed mengkhawatirkan inflasi, maka mereka akan mengetatkan kebijakannya dengan menaikkan suku bunga untuk meningkatkan biaya pinjaman dan mendorong tabungan. Dalam skenario ini, Dolar AS (USD) kemungkinan akan menguat karena jumlah uang beredar berkurang. Di sisi lain, The Fed dapat memutuskan untuk melonggarkan kebijakannya melalui penurunan suku bunga jika mereka khawatir terhadap meningkatnya tingkat pengangguran akibat perlambatan aktivitas ekonomi. Suku bunga yang lebih rendah kemungkinan akan menyebabkan pertumbuhan investasi dan memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk mempekerjakan lebih banyak orang. Dalam skenario ini, USD diprakirakan akan kehilangan nilainya.

The Fed juga menggunakan pengetatan kuantitatif (QT) atau pelonggaran kuantitatif (QE) untuk menyesuaikan besaran neraca keuangannya dan mengarahkan ekonomi ke arah yang diinginkan. QE mengacu pada pembelian aset oleh The Fed, seperti obligasi pemerintah, di pasar terbuka untuk memacu pertumbuhan dan QT adalah kebalikannya. QE secara luas dilihat sebagai tindakan kebijakan bank sentral yang negatif terhadap USD dan sebaliknya.

Jepang: BoJ Diprakriakan akan Pertahankan Kebijakan Moneter Tidak Berubah – UOB

Ekonom di UOB Group Lee Sue Ann melihat BoJ secara bertahap bergerak menuju keluar dari sikap ultra-akomodatif. Kutipan Utama “Ini akan menjadi pert
Đọc thêm Previous

Bundesbank: Ekonomi Jerman di Kuartal Pertama 2023 Lebih Baik dari Prakiraan

"Ekonomi Jerman pada kuartal pertama 2023 lebih baik dari yang diprakirakan sebulan lalu dan aktivitas kemungkinan akan meningkat lagi," kata Bundesba
Đọc thêm Next