AUD/JPY Tembus di Atas 91,70 meski PDB Australia Dipangkas ke 5,9%
- AUD/JPY telah mencoba menembus di atas rintangan 91,70 meskipun data PDB Australia lebih lemah dari yang diproyeksikan.
- PDB Australia tahunan dan triwulanan masing-masing turun ke 5,9% dan 0,6%.
- Penurunan inflasi Tiongkok akan mendorong PBOC untuk mengumumkan lebih banyak langkah pelonggaran kebijakan.
Pasangan AUD/JPY telah melampaui resistance penting 91,70 meskipun Produk Domestik Bruto (PDB) Australia lebih lemah dari yang diproyeksikan. Data PDB tahunan telah mendarat di 5,9%, lebih rendah dari ekspektasi 6,3% dan rilis sebelumnya sebesar 3,6%. Sementara data PDB triwulanan dilaporkan lebih rendah pada 0,6% versus proyeksi 0,7% dan rilis sebelumnya 0,9%.
Data PDB Australia yang lebih lemah dari yang diproyeksikan akan mendukung Reserve Bank of Australia (RBA) dalam memenuhi agendanya untuk mencapai stabilitas harga. Pasangan lintas mata uang ini tetap sangat fluktuatif pada hari Selasa setelah RBA menaikkan Official Cash Rate (OCR) secara berturut-turut untuk ketiga kalinya sebesar 25 basis poin (bp). Hal ini telah mendorong suku bunga Australia menjadi 3,10%. Keputusan kenaikan suku bunga 25 bp sangat sesuai dengan prakiraan.
Pada panduan suku bunga, Gubernur RBA Philip Lowe bahwa pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut kemungkinan akan terjadi. RBA tidak terburu-buru untuk menghentikan kenaikan suku bunga lebih cepat karena tingkat inflasi saat ini di 6,9% jauh dari tingkat yang ditargetkan 2%, oleh karena itu, lebih banyak langkah pengetatan kebijakan tidak dapat dikesampingkan.
Pakan ini, para investor akan mengawasi data Indeks Harga Konsumen (IHK) Tiongkok, yang akan dirilis pada hari Jumat. IHK tahunan diprakirakan turun tajam ke 1,0% dari rilis sebelumnya sebesar 2,1%. Hal ini dapat memaksa People's Bank of China (PBOC) untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut. Perlu dicatat bahwa Australia adalah mitra dagang utama Tiongkok dan pelonggaran moneter di Tiongkokakan memperkuat Dolar Australia.
Sementara itu, para investor yen Jepang sedang menunggu data PDB hari Kamis. Data ekonomi itu diprakirakan akan mengalami kontraksi sebesar 1,1% dibandingkan kontraksi sebelumnya sebesar 1,2%. Sementara data kuartalan kemungkinan akan berkontraksi sebesar 0,3%, mirip dengan rilis sebelumnya.