S&P 500 Future, Imbal Hasil Gambarkan Sentimen yang Berhati-hati

  • Sentimen pasar memudarkan optimisme sebelumnya menjelang pembaruan utama G20.
  • Presiden AS Biden dan Presiden Xi Tiongkok akan melakukan pertemuan di sela-sela G20 sekitar pukul 09:30 GMT/16:30 WIB.
  • Waller The Fed mengutip perlunya lebih banyak bukti untuk mengkonfirmasi bias bearish dan tetap berharap kenaikan suku bunga 50 bp pada bulan Desember.
  • Pembicaraan tentang poros The Fed dapat membuat para pedagang optimis tetap ada jika katalis-katalis risiko menawarkan kejutan positif.

Setelah menyaksikan beberapa hari optimisme, pasar tetap datar, dalam tawaran jual ringan, selama sesi Asia hari Senin. Alasannya bisa jadi terkait dengan komentar terbaru dari Presiden AS Joe Biden dan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller. Yang juga memungkinkan para pembeli untuk beristirahat sejenak adalah kurangnya sejumlah data/acara utama.

Sementara yang menggambarkan sentimen, Kontrak Berjangka S&P 500 yang mundur dari tertinggi satu bulan, turun sebesar 0,30% dalam perdagangan harian di dekat 3.990, sedangkan imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS naik enam basis poin (bp) menjadi 3,89%, mencetak kenaikan harian pertama dalam empat hari.

Meski begitu, Reuters mengutip Presiden AS Biden yang mengatakan bahwa jalur komunikasi AS dengan Tiongkok akan tetap terbuka untuk mencegah konflik, dengan pembicaraan alot hampir pasti terjadi di hari-hari mendatang. Berita itu juga menyebutkan, “Amerika Serikat akan 'bersaing dengan penuh semangat' dengan Beijing sementara "memastikan persaingan tidak mengarah ke konflik", kata Biden, menekankan pentingnya perdamaian di Selat Taiwan selama pidato di KTT Asia Timur di Kamboja. Dia tiba di Bali pada Minggu malam.” Pada baris yang sama, Menteri Keuangan AS Janet Yellen juga menyebutkan, menurut Reuters, “Pertemuan Biden-Xi bertujuan untuk menstabilkan hubungan AS dengan Tiongkok , tetapi telah jelas terkait masalah keamanan nasional.”

Di tempat lain, Waller dari The Fed berkata, "Tingkat suku bunga tidak akan turun sampai ada 'bukti yang jelas dan kuat' bahwa inflasi turun." Bagaimanapun, Pengambil kebijakan itu , juga menyebutkan bahwa The Fed dapat mulai mempertimbangkan untuk bergerak lebih lambat.

Perlu dicatat bahwa data konsumen-sentris AS yang suram memungkinkan para penjual Dolar AS menyelinap masuk selama minggu lalu. Di antaranya, Indeks Harga Konsumen (IHK) dan pembacaan pertama Indeks Keyakinan Konsumen Universitas Michigan adalah kuncinya. Kemungkinan juga telah meningkatkan sentimen pasar adalah mundurnya Moskow dari Kherson.

Namun, kecemasan menjelang pertemuan Kelompok 20 Bangsa (G20) hari ini di Bali tampaknya membebani sentimen pasar karena Presiden AS Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan bertemu langsung untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Mengingat hubungan geopolitik yang buruk antara Washington dan Beijing, serta pembicaraan bahwa Inggris dan Eropa dapat mengabaikan Rusia, sentimen risk-off kemungkinan besar akan menang, yang pada gilirannya dapat memungkinkan Dolar AS (USD) untuk mengurangi pelemahan baru-baru ini. Namun, perhatian utama akan tertuju kepada Penjualan Ritel AS dan pidato The Fed untuk petunjuk arah yang jelas.

Gubernur BoJ Kuroda: Ekonomi Jepang Meningkat

Haruhiko Kuroda, gubernur Bank of Japan, mengatakan sekarang adalah tahap untuk melanjutkan pelonggaran moneter untuk mendukung perekonomian. Komenta
Read more Previous

Menteri Keuangan AS Janet Yellen akan Bertemu dengan Staf Bank Sentral Tiongkok

Menteri Keuangan AS Janet Yellen telah menyampaikan, sebelumnya mengatakan bahwa dia akan mencari kejelasan terkait rencana Tiongkok untuk melonggarka
Read more Next